cara menghitung pajak penghasilan

Apakah Anda masih sering kebingungan dalam menentukan pajak penghasilan?

Apapun profesi Anda, seorang wajib pajak memang harus selalu memenuhi kewajiban mereka dalam membayar pajak dengan baik sesuai. Anda bisa melakukan pembayaran pajak dengan sesuai jika sudah mengetahui cara menghitung pajak penghasilan. 

Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas secara lengkap mengenai cara menghitung pajak penghasilan beserta dengan contoh ilustrasi perhitungan pajak penghasilan agar lebih mudah untuk Anda pahami.

Sebelum kita melanjutkan pada cara menghitung pajak penghasilan yang benar, kami akan sedikit mengulas penjelasan umum tentang apa itu Pajak Penghasilan (PPh), dan apa saja jenis pajak penghasilan yang sesuai dengan perundang-undangan perpajakan di Indonesia.

Apa itu PPh?

PPh adalah Pajak penghasilan yang akan dikenakan untuk semua orang wajib pajak mulai dari karyawan hingga pengusaha. Karyawan biasanya membayarkan pajak mereka secara otomatis dengan cara adanya pemotongan gaji oleh perusahaan tiap bulannya yang biasanya disebut PPh Pasal 21.

PPh juga harus Anda hitung jika penghasilan Anda merupakan hasil dari sebuah kegiatan usaha. Pajak penghasilan (PPh) bagi para pengusaha adalah salah satu jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh para Wajib Pajak Orang Pribadi, baik yang karyawan hingga yang menjalankan kegiatan usaha.

Biasanya pajak karyawan akan terhitung secara otomatis oleh bagian keuangan perusahaan, namun bagi Anda para pengusaha maka Anda wajib menggunakan perhitungan pajak penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP-OP). 

Rumus PPh

Sebelum masuk pada rumus perhitungan PPh Pribadi, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai pengelompokan sumber penghasilan pengusaha.

Sumber penghasilan pengusaha bisa kita kategorikan menjadi tiga, yakni penghasilan dari gaji, penghasilan dari laba usaha, dan penghasilan dari kegiatan lainnya yang mendatangkan penghasilan.

Wajib pajak penghasilan bagi perorangan atau pribadi sebagai pengusaha, mengharuskan kita untuk menyetorkan sendiri pajak penghasilannya.

Cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi yang Anda peroleh dari gaji atas usahanya, bisa Anda hitung menggunakan rumus di bawah ini.

  • PPh dari Gaji = Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak

Berbeda lagi dengan cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi jika Anda memiliki profesi sebagai pengusaha. Anda bisa menghitung pendapatan berdasarkan sumber dari penghasilan lainnya, rumusnya adalah seperti berikut ini.

  • PPh dari Pendapatan Lainnya = Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak
  • Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto x Persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN)

Besar PTKP 2021 wajib pajak orang pribadi bisa kita lihat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101 Tahun 2016 tentang Penyesuaian PTKP. Minimal wajib pajak adalah orang dengan penghasilan yakni Rp54.000.000 setahun, atau jika kita hitung per bulan maka nominalnya adalah Rp4.500.000, dengan rincian sebagai berikut.

  • Wajib pajak lajang Rp54.000.000
  • Untuk istri yang penghasilannya tergabung dengan penghasilan suami maka ada tambahan Rp54.000.000
  • Tambahan wajib pajak bagi orang yang memiliki status kawin adalah sebesar Rp4.500.000
  • Juga terdapat tambahan bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungan dengan maksimal sejumlah 3 orang sebesar Rp4.500.000

Sedangkan mengacu pada Pasal 17 Ayat 1 UU PPh, yang berisi tentang peraturan mengenai perhitungan tarif pajak pribadi menggunakan tarif progresif, memiliki rincian ketentuan besar tarif sebagai berikut.

  • 5% bagi orang dengan penghasilan sampai dengan Rp50.000.000 per tahunnya.
  • 15% untuk orang dengan penghasilan Rp50.000.000 hingga Rp250.000.000 per tahun
  • 25% bagi para orang dengan penghasilan dari Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000 per tahun
  • 30% untuk para wajib pajak dengan penghasilan di atas Rp500.000.000 per tahun

Baca juga: Apa itu NJOP? Cek Pengertian, Fungsi dan Cara Hitung NJOP untuk Rumah

Mekanisme atau Rumus PPh

Pada dasarnya, mekanisme dalam sebuah penghitungan PPh Orang Pribadi (OP) ini bisa kita kategorikan sesuai dengan jumlah penghasilan. Dengan menggunakan metode pencatatan atau pembukuan, kita bisa membaginya menjadi 3 jenis, yaitu:

a. Mekanisme PPh OP secara Umum

Rumus PPh atau mekanisme umum akan berlaku pada para wajib pajak yang memiliki atau menjalankan sebuah usaha dan/atau pekerjaan bebas (freelance) dengan melakukan suatu metode pembukuan.

Pembukuan tersebut adalah sebuah proses pencatatan keuangan yang akan meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Setiap laporan akan ditutup dengan menyusun sebuah laporan keuangan berupa neraca, beserta dengan laporan laba rugi pada periode Tahun Pajak tersebut.

Perhitungan pajak penghasilan secara umum ini biasanya akan mengacu pada penggunaan mekanisme perhitungan biasa sesuai ketentuan tarif pada UU PPh Pasal 17.

b. Mekanisme PPh Final PP 23/2018

Rumus Pph Final adalah sebuah mekanisme perhitungan PPh yang akan dikenakan bagi para wajib pajak pribadi yang memiliki peredaran bruto dengan nominal tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam setahun.

WP OP ini hanya perlu kita lakukan satu kali saja dalam dalam waktu satu tahun pajak.

Rumus PPh Final ini tidak akan menggunakan pembukuan, sehingga pajak akan terhitung hanya bersifat final saja. Besar dan nominal pajak akan sesuai dengan ketentuan pada PP 23 UMKM Tahun 2018, yakni tarif PPh Final sebesar 0,5% dari omzet bruto.

c. Mekanisme PPh OP secara NPPN

Rumus PPh dengan menggunakan mekanisme NPPN ini sangat cocok bagi para wajib pajak yang tidak menyelenggarakan pembukuan.

Norma penghitungan penghasilan neto ini akan dikenakan pada para wajib pajak dengan peredaran bruto yang kurang dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun.

Untuk bisa menggunakan mekanisme NPPN ini, para wajib pajak harus terlebih dahulu mengajukan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Tarif Sanksi Pajak

Bicara mengenai pajak, tentu tidak bisa lepas dari sanksi pajak. Keterlambatan dan ketidaksesuaian pembayaran pajak bisa berakibat pada adanya sanksi pajak yang harus kita tanggung. Besar tarif sanksi pajak sudah tertera pada Undang-U No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Tarif bunga sanksi administrasi pajak bisa Anda tentukan terlebih dahulu sebagai komponen utama dalam menghitung besarnya sanksi atau denda pajak.

Selalu perbarui tarif bunga sanksi administrasi pajak Anda, sebelum melakukan setiap perhitungan pajak beserta besar sanksi pajak Anda. Tarif tersebut bisa Anda lihat pada update yang akan terbit setiap bulannya oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Contoh Cara Menghitung Pajak Penghasilan

Berikut adalah beberapa contoh yang bisa Anda jadikan pedoman dalam menghitung sebuah pajak penghasilan dengan metode mekanisme umum.

Pak Adit memiliki usaha penjualan sayur. Status menikah dan mempunyai 2 orang sebagai tanggungan. Pada tahun 2022, penghasilan bruto dari usahanya pada pembukuan sebesar Rp 5.000.000.000. Biaya dari usahanya sebesar Rp 2.500.000.000.

Dalam perusahaan Pak Adit menjabat sebagai direktur dengan gaji Rp 250.000.000 dalam setahun, dan sudah otomatis terpotong PPh Pasal 21 sebesar Rp 5.389.450 per bulan oleh pemberi kerja. Sehingga penghasilan dari perusahaannya menjadi sebesar Rp 136.763.580, sehingga perhitungan PPh Pak Adit adalah sebagai berikut.

Peredaran Bruto UsahaRp5.000.000.000
Biaya-biayaRp2.500.000.000 (-)
Penghasilan Neto dari UsahaRp2.500.000.000
Penghasilan Neto dari KaryawanRp 136.763.580 (+)
Total Penghasilanasumsi tidak ada koreksi fiskal*Rp2.636.763.580
PTKP (K/2)Rp 67.500.000 (-)
Penghasilan Kena PajakRp2.569.263.580
Penghasilan Kena Pajakpembulatan ke ribuan terdekat*Rp2.569.263.000
PPh terutang tahun 2020
5% x Rp 50.000.000Rp 2.500.000
15% x Rp 200.000.000Rp 30.000.000
25% x Rp 250.000.000Rp 62.500.000
30% x Rp2.069.263.000Rp 620.778.900
Total PPh TerutangRp 715.778.900
Kredit Pajak PPh 21Rp 5.389.450 (-)
PPh 29 (Kurang Bayar)Rp 710.389.450

Penutup

PPh merupakan sebuah kewajiban yang harus Anda penuhi sebagai seorang wajib pajak yang baik. Agar selalu bisa melakukan pembayaran secara tepat waktu dan sesuai, maka Anda bisa menggunakan kalender pajak. Untuk bisa melakukan perhitungan pajak penghasilan dengan sesuai tidak ada salahnya jika Anda menggunakan jasa konsultan pajak, agar Anda tidak mengalami kesulitan dan kesalahan dalam proses pembayaran pajak slip gaji.